“An, dicari Alwi tuch. Ditungguin di perpustakaan.”
“Kok dia engga sms aja, Ly?”
“I don’t know..”
“Ya udah. Makasih ya, Lely.”
Aku mengikuti langkahnya ke perpustakaan. Karena jujur saja aku khawatir dengannya. Hari ini dia bukan Ana yang kukenal. Sambil pura-pura meminjam buku dan akan membacanya di perpustakaan, aku mencari posisi yang tepat supaya bisa melihat dan (siapa tau) bisa mendengar pembicaraan Ana dengan pacarnya, Alwi.
“Tapi kamu engga bilang sama aku, Wi. Aku punya salah apa sama kamu? Apa aku selingkuh? Atau gara-gara aku lupa hari ulang-tahunmu kemarin?”
“Kamu engga punya salah apa-apa, An. Cuma, sebenarnya aku engga benar-benar sayang sama kamu, An. Aku engga mau terus-terusan bohong sama kamu. Maaf ya.”
“Kalau engga benar-benar sayang, kenapa pacaran kita bisa bertahan dari kita SMP sampai sekarang? Empat tahun, Wi. Dan kamu bilang kamu cuma iseng? Atau jangan-jangan kamu mutusin aku karena kamu sudah mau lulus dan kuliah di luar kota? Sebenarnya ada apa sih, Wi?”
“Maaf ya.”
Lalu Alwi meninggalkan Ana sendirian di perpustakaan. Kejadian di bangku belakangku barusan membuatku terpaku. Apa yang harus aku lakukan? Pura-pura tidak tau dan tidak mendengar? Sedangkan saat ini Ana sangat membutuhkan dukungan dan sandaran, mungkin untuk menangis dan protes atas sikap pacarnya.
Belum juga s
... baca selengkapnya di Positif Kecanduan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Rabu, 10 Februari 2016
Positif Kecanduan
Blog ini saya tulis sebagai ruang sederhana untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan catatan kecil dari kehidupan sehari-hari. Menulis bagi saya adalah cara belajar—memahami diri sendiri, memahami keadaan, dan berbagi hal baik yang mungkin bisa diambil manfaatnya. Tidak ada yang terlalu besar di sini. Hanya catatan-catan ringan yang lahir dari keseharian, ditulis apa adanya. Jika ada satu saja yang memberi manfaat atau ketenangan bagi pembaca, itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih sudah singgah di Catatan Wirghin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar